Saturday, July 20, 2024

Wonorejo, Desa Terpencil di Karanganyar Dengan Potensi Wisata Sangat Besar

Semua pasti tahu jika Kabupaten Karanganyar mempunyai banyak sekali objek wisata, terutama wisata alam. Mulai dari Air Terjun Grojogan Sewu, kawasan perkebunan teh kemuning, Telaga Madirda, Gunung Mongkrang, Gunung Lawu, Bukit Pringgodani, Pringgodani, Kedung Pengaron, dan masih banyak lagi.

Semua tersebar di berbagai tempat dan selalu berhasil memikat hati para pelancong, khususnya para pecinta kegiatan petualangan. Di luar itu semua, ada sebuah desa yang meski berada di tempat terpencil, namun memiliki potensi wisata alam yang sangat luar biasa.

Desa tersebut bernama Desa Wonorejo dan terletak di Kecamatan Jatiyoso. Dari pusat Karanganyar, berjarak kurang lebih 41 kilometer dan butuh waktu tempuh sekitar satu jam dengan kendaraan motor. Sedangkan dari ibu kota kecamatan, jaraknya sekitar 11 kilometer dan bisa diakses dalam jangka waktu sekitar 30 menit.

Posisinya yang berada di ujung selatan membuat desa ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Selain itu juga berbatasan Desa Jatiyoso, Desa Wonokeling, dan Desa Beruk yang secara administratif merupakan bagian dari Kabupaten Karanganyar.

Sejarah Masa Lalu

Berdasarkan informasi dari halaman situs desawonorejo.com, Wonorejo adalah suatu desa yang pada zaman dahulu pernah menjadi wilayah bawahan Kerajaan Majapahit. Masyarakat setempat mempunyai sosok istimewa yang dipercaya sebagai leluhur desa, bernama Eyang Iro Ganti dan makamnya telah dijadikan sebagai cagar budaya.

Setelah Indonesia memasuki era kemerdekaan, pada tahun 1955 untuk pertamakalinya pemerintahan Desa Wonorejo terbentuk. Pemimpinya adalah seorang lurah dan ketika itu dijabat oleh Sukarno. Dia menjabat hingga 1968 dan sesudah itu terjadi pergantian sebanyak empat kali. Saat ini yang memegang jabatan tersebut adalah Sularno.

Potensi Wisata

Beberapa kesenian tradisional yang berkembang di desa ini antara lain wayang kulit, campursari, karawitan, kethoprak, dan jathilan. Oleh masyarakat, semua tradisi unik ini masih dipertahankan dan sering menjadi pertunjukan dalam acara bersih desa dan ritual lainnya.

Tidak hanya kesenian tradisional saja, Desa Wonorejo masih mempunyai potensi lain berupa wisata alam. Sangatlah wajar, sebagaimana beberapa desa lain di Karanganyar, desa ini terletak di lereng Gunung Lawu. Panorama alamnya sangat indah dan teramat sedap dipandang mata.

Salah satunya adalah Rumah Pohon Banyu Anyep, di mana wisatawan yang datang ke tempat ini dapat naik ke sejumlah rumah di atas pohon. Dari sinilah akan terpampang keelokan Gunung Lawu dan alam sekitar dengan lebih maksimal. Selain itu ada Bukit Hope yang tidak kalah memanjakan mata, penuh dengan kesegaran dan kesejukan.

Di luar itu masih ada Rumah Pohon Tugulasi, Pemandian Air Panas Belerang, Tubing Kali Walikan, Tubing Kali Jlantah, Air Terjun Butho Ijo, dan masih banyak lagi. Jika dikelola dengan baik, pasti akan memberi keuntungan besar bagi masyarakat setempat, terutama dari segi ekonomi.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -[the_ad_group id="192"]
[the_ad_group id="192"]

Most Popular

Latest Articles