Monday, May 27, 2024
[the_ad_group id="193"]

Vulgar, Sederet Film Jadul Indonesia Ini Sempat Memancing Kontroversi

Belum lama ini Indonesia dihebohkan dengan terkuaknya kasus produksi film khusus dewasa atau porno. Bagi sebagian masyarakat, kejadian ini dianggap sebagai hal yang sangat mengejutkan sekaligus menyedihkan. Apalagi peredarannya dilakukan melalui sambungan internet, sehingga bisa diakses oleh penonton yang masih di bawah umur.

Di luar itu semua, film sejenis ini sempat menjamur di era 1970 hingga 1990-an. Pada masa tersebut, ada banyak sekali produksi film nasional yang dipenuhi adegan panas bahkan cenderung vulgar. Sebagaimana sekarang, kehadiran film-film tersebut juga sempat memancing kontroversi dan inilah sederet contohnya.

1. Bernapas Dalam Lumpur

Bernapas Dalam Lumpur yang diproduksi dan diedarkan pada tahun 1970 dibintangi oleh Suzzana. Dia berperan sebagai seorang wanita bernama Supinah yang ingin pergi ke Jakarta untuk mencari suaminya namun justru terperosok di dunia prostitusi.

Dalam momen Supiah jadi perempuan penjaja seks inilah terhidang beragam adegan ranjang yang memunculkan protes di masyarakat. Sehingga di sejumlah kota, film ini dilarang beredar atau diputar di bioskop.

2. Ranjang Siang, Ranjang Malam

Tak jauh beda, Ranjang Siang, Ranjang merupakan film yang memuat kisah tentang dunia prostitusi. Diceritakan, seorang wanita bernama Dina hamil bersama pacarnya, Karno. Karena tidak mau menanggung malu, pasangan ini memutuskan pergi ke kota dan suatu saat Karno harus masuk penjara karena menabrak orang.

Dari sini cerita bergulir ke kehidupan Dina yang jadi wanita malam agar bisa bertahan hidup dan membesarkan anaknya. Selanjutnya dapat ditebak, adegan panas dan vulgar hadir sebagai sajian utama di film ini.

3. Budak Nafsu

Budak Nafsu yang diproduksi tahun 1983 sebenarnya merupakan film yang memiliki muatan sangat bagus. Film ini bercerita tentang seorang wanita yang jadi mata-mata agar bisa membantu para pejuang Indonesia untuk melawan tentara Jepang.

Hanya saja dalam menjalankan perannya sebagai mata-mata tersebut, wanita bernama Fatima (dibintangi oleh Jenny Rachman) ini mengambil posisi jadi wanita penghibur tentara Jepang. Meski adegan panasnya tidak terlalu banyak, film ini tetap memancing kontroversi di masyarakat karena plot ceritanya.

4. Kenikmatan Ranjang Semua Orang

Membaca judulnya saja, semua pasti tahu adegan apa saja yang terhidang dalam film produksi tahun 1984 ini. Kisahnya tentang Noni yang dipaksa menikah dengan pria yang tidak dicintai, kemudian melarikan diri bersama pacarnya, Tono.

Namun malangnya, ternyata Tono adalah seorang penjudi dan kebiasaan ini membuat harta milik Noni habis. Setelah itu Noni berpaling hati ke pria lain, Handoko, namun suatu saat diperkosa oleh anak Handoko bersama teman-temannya. Selain yang disebutkan di atas, masih banyak film jadul Indonesia lain yang cerita dan adegannya tidak jauh dari erotisme. Bahkan tidak sedikit pula yang mempertontonkan keindahan tubuh wanita secara terang-terangan, sehingga menuai protes di masyarakat dan mengalami pencekalan di berbagai kota.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -[the_ad_group id="192"]
[the_ad_group id="192"]

Most Popular

Latest Articles