Wednesday, September 28, 2022

Solusi Kulit Sehat Bercahaya Melalui Kebiasaan Baik

Masa pandemi tidak hanya mengubah lanskap bisnis, tapi juga cara kita merawat tubuh, terutama kulit. Contohnya, terlalu sering mencuci tangan menggunakan desinfektan, pemakaian masker, aktivitas yang berpusat di dalam rumah dan berkurangnya aktivitas luar rumah turut memengaruhi kesehatan kulit. Di hari ketiga Indonesian Women’s Forum 2021, mengambil tema Women in Fast Changing Society, tren kecantikan dan perawatan kulit juga menjadi salah satu bahasan yang dipilih di kegiatan masterclass. Dalam kelas yang berjudul Healthy Habits: Glowing Skin Starts Here, kulit tubuh dan kesehatan tak bisa dipisahkan. Hadir secara virtual sebagai host adalah Patricia Ranieta, alumni Wajah Femina 2015 yang berprofesi sebagai MC dan penyiar radio. Tampil sebagai pembicara di sesi kelas ini antara lain: dokter kulit, Dr. Arini Widodo, Sp.KK, Nurhayatini, Product Manager Bio-Oil, dan nutrisionis Rachel Olsen.

 

Permasalahan Kulit di Masa Pandemi

Perubahan gaya hidup selama masa normal baru menuntut kita untuk mengedukasi diri mengenai kesehatan kulit dan cara-cara perawatan yang benar dan sesuai dengan kondisi kulit. Berlama-lama berada di dalam ruangan, membuat kulit jadi gampang kering. Kurangnya terekspos sinar matahari, juga dapat memengaruhi kondisi kulit. “Banyak pasien saya yang mengeluhkan, selama ini kulitnya baik-baik saja, tetapi sejak sering di rumah saja, kulitnya malah jadi bermasalah,” ungkap Dr. Arini Widodo, Sp.KK.

Dr. Arini menambahkan, pikiran turut berpengaruh besar. Banyak faktor pemicu stres, misalnya, tiba-tiba harus menjadi guru sang buah hati selama sekolah PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh), masalah ekonomi, kesepian, kurang interaksi, dan sebagainya. Akibatnya, muncul penyakit kulit yang sebelumnya belum pernah dialami seperti eksem, kulit kusam dan kering. “Ternyata, kulit kering ini bukan masalah sederhana, tapi dapat membuat kulit kita jadi sensitif terhadap alergen, dan iritan. Pandemik ini semakin memperparah. Penggunaan masker, kadang menyebabkan kita jadi lupa minum, malas buang air kecil, terlalu lama berada di ruangan ber-AC, aktivitas bergerak tidak banyak, dan terlalu banyak duduk membuat kelenjar minyak yang menghasilkan keringat pun tidak aktif,” jelas Dr. Arini.

Secara umum, masalah pada kulit kita berbeda-beda, dipengaruhi oleh faktor usia juga. Dr. Arini mengatakan, usia 20-30 umumnya punya masalah jerawat, usia 30-an mengeluh kulit kering, usia 40 mulai ada flek. Belum lagi, setiap fase kehidupan wanita, yang berhubungan dengan reproduksi dan hormonal, beda lagi masalah yang dihadapi. Hal ini membuat para wanita perlu mengenali karakter kulitnya masing-masing dan mengidentifikasi problemnya.

 

Kulit Dehidrasi dan Kulit Kering

Kulit yang kering membutuhkan minyak. Kulit yang kurang minyak, jadi dehidrasi. Dr. Arini memaparkan, fungsi minyak adalah menahan penguapan air. Air tidak bisa keluar kalau kita mengolesi minyak di atasnya. “Saat kita sering mencuci tangan menggunakan sabun dengan pH 8 atau 9, bisa merusak kulit. Kulit jadi kering dan ketika terlalu kering dapat timbul alergi, masuk iritan jadi infeksi,” jelasnya. Nilai pH diukur mulai dari 1-14. Angka 1-6 menunjukkan bahwa pH tergolong asam, pH netral berada di angka 7, sedangkan angka 8-14 menunjukkan kadar pH tergolong sebagai basa. Kondisi terbaik pH cenderung ke golongan asam, yaitu di kadar 4.2-5.6.

 

Berikut adalah beberapa tips perawatan untuk solusi kulit kering dan bermasalah:

Tata laksana cepat dan tepat. Perubahan bentuk tubuh yang terjadi dalam waktu singkat, misalnya dari gemuk ke kurus atau sebaliknya berakibat timbulnya stretch mark. Stretch mark biasanya muncul di area paha, pantat, tangan, perut, dan sela-sela ketiak. Hal ini bisa terjadi karena kulit tertarik secara cepat membuat kolagen terputus. Selain stretch mark, masalah-masalah yang terkait dengan kulit perlu mendapat penanganan secara cepat, artinya antisipasi sejak dini sebelum masalahnya menjadi semakin parah. Tepat artinya pilih penggunaan produk yang tepat dan ramah untuk kulit.

Ikuti urutan perawatan kulit yang tepat, dengan mengaplikasikan produk berbasis minyak pada lapisan teratas. Contohnya, setelah wajah dibersihkan dengan facial foam, lalu aplikasikan toner, essence, serum, krim moisturizer, yang terakhir adalah produk berbahan dasar minyak. “Minyak memberikan barrier yang bagus untuk kulit kita. Kalau kita pakai minyak dari tumbuhan, di dalamnya mengandung komponen healing untuk membuat anti inflamasi. Kulit jadi segar, mengandung antioksidan dan antibakterial serta mencegah penuaan dini,” kata Dr. Arini.

Salah satunya adalah produk Bio-Oil. Product Manager Bio-Oil, Nurhayatini, mengatakan, ada dua produk keluaran Bio-Oil, yakni Bio-Oil Skincare Oil atau Minyak Perawatan Kulit dan Bio-Oil Dry Skin Gel atau Gel Kulit Kering. Uniknya Bio-Oil Skincare Oil, walaupun teksturnya minyak, tetapi tidak lengket saat diaplikasikan ke kulit, makanya dikenal sebagai dry oil. Rahasianya terletak pada bahan terobosan Purcellin Oil yang membuat minyak tidak lengket dan mudah terserap kulit.” Produk ini cocok untuk mengatasi masalah stretch mark dan bekas luka. Sedangkan, Bio-Oil Dry Skin Gel, dapat digunakan sebagai produk pelembap atau moisturizer, untuk melembabkan kulit sepanjang hari.

Gunakan sabun yang lembut. Hindari sabun yang memiliki pH terlalu tinggi. Aplikasikan moisturizer segera setelah mandi atau cuci tangan secara rutin.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Most Popular

Latest Articles