Wednesday, September 28, 2022

Siap-Siap, Solo Batik Carnival Akan Kembali Digelar Bulan Juli

Seiring turunnya penyebaran covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta semakin giat dan semangat mengadakan berbagai gelaran budaya. Selain untuk mendatangkan wisatawan dalam negeri dan mancanegara, acara ini juga dijadikan sebagai ajang dan momentum kebangkitan ekonomi daerah paska covid-19.  

Satu dari sekian banyak agenda budaya yang akan digelar adalah Solo Batik Carnival (SBC) 2022. Menurut informasi dari akun instagram solobatikcarnival_official, puncak acara ini akan diadakan pada hari Kamis, 7 Juli 2022 mendatang mulai dari pukul 15:00 WIB hingga selesai.  

Adapun rutenya, di sepanjang Jl. Slamet Riyadi dan Jl. P. Sudirman atau berawal dari komplek Stadion Sriwedari kemudian berakhir di Balaikota Surakarta. Kendati belum ada keterangan yang lebih lengkap, tapi disebutkan bahwa pada tahun ini SBC akan mengusung tema ‘Recover Together, Jumping Higher’.  

Bagi masyarakat yang tertarik bergabung menjadi peserta karnaval maupun volunteer atau sukarelawan, sudah dapat mendaftarkan diri mulai saat ini. Syarat dan informasi lain terkait dengan proses perektrutannya juga bisa diperoleh melalui akun instagram solobatikcarnival_official.   

SBC Dari Masa ke Masa 

Solo Batik Carnival merupakan agenda budaya tahunan yang secara rutin digelar oleh Pemkot Surakarta. Bentuknya berupa serangkaian atraksi fashion show atau karnaval, di mana tiap peserta mengenakan kostum-kostum indah dan unik serta menggunakan bahan dasar dari kain batik. 

Sambil memamerkan dan memperagakan kostum hasil kreativitas sendiri, para peserta akan berjalan dan menari di sepanjang jalan utama Solo sejauh sekitar 4,5 kilometer. Iringan musik yang keras bertalu-talu membuat suasana jadi terasa lebih semarak dan meriah.  

Pada penyelenggaraannya, tiap tahun SBC selalu mengambil tajuk yang berbeda-beda. Di gelaran pertama yang diadakan pada 2008, pemrakasanya adalah Ir. Joko Widodo yang saat itu masih menjabat sebagai Walikota Surakarta. Pada tahun tersebut, selain batik, masih ada bahan lain yaitu daur ulang yang ikut dimasukan dalam kostum. 

Kemudian pada tahun berikutnya, SBC kembali digelar dan mengusung tema topeng tradisional. Topeng ini tidak hanya dipakai oleh peserta karnaval di wajah saja, tetapi ada pula yang menjadikannya sebagai pelengkap dan aksesoris kostum. 

Setelah sekian tahun berjalan, pada 2019 SBC menjalin kerja sama dengan 11 grup seni atau delegasi negara-negara Asean. Mulai dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Kamboja, Timor Leste, dan Myanmar. Mereka bergabung dan ikut memeriahkan acara tersebut. 

Setelah itu SBC harus absen selama dua tahun karena adanya pandemi covid-19. Tapi untuk tahun ini, gelaran atraksi yang sudah jadi ikon wisata dan budaya Kota Solo ini dapat kembali menjadi tontonan dan hiburan lagi untuk masyarakat. Dalam sepanjang perjalanannya, sekarang SBC telah masuk dalam penyelenggaraan yang ke-12. 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Most Popular

Latest Articles