Monday, September 26, 2022

Nikmatnya Berlibur Sambil Relaksasi Tubuh di Rumah Atsiri Karanganyar

Suasana segar beserta sejuknya udara pegunungan dengan paduan aroma wangi dari beragam tanaman atsiri jadi sambutan pertama bagi pelancong yang datang di Rumah Atsiri. Sungguh sangat beda dengan suasana kota yang penuh asap polusi dan hingar bingar keramaian, destinasi ini selalu menghadirkan suasana tenang dan damai.

Di pintu masuk, akan ada petugas yang siap membantu wisatawan untuk menjelajahi dan mengelilingi kebun atau taman. Selanjutnya sambil jalan kaki bersama, pemandu ini akan memberi penjelasan tentang aneka ragam tanaman atsiri yang terdapat di area tersebut dan manfaatnya.

Museum

Sesudah itu, pelancong bisa masuk ke dalam museum yang menyimpan banyak sekali informasi masa lalu. Khususnya yang berhubungan dengan sejarah minyak atsiri dari era peradaban kuno hingga masuk ke tanah air.

Selain memperoleh pengetahuan yang jarang diketahui oleh orang awam, ada satu sisi lain yang selalu membuat pengunjung merasa tertarik dengan museum ini. Desain dan gaya artsitektur bangunannya sangat unik dan cantik.

Sebagai informasi tambahan, sesudah kemerdekaan presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno melakukan kerjasama dengan negara Bulgaria. Melalui hubungan tersebut, dibangun pabrik penyulingan minyak atsiri yang diberi nama Citronella.

Kemudian seiring dengan perkembangan yang ada, pabrik tersebut dirubah fungsinya jadi objek wisata dengan nama Rumah Atsiri. Sedangkan museum yang merupakan bangunan utama, dulunya merupakan tempat produksi minyak atsiri.

Di bagian depan atau teras terdapat cocodoma atsiri dengan penampakan yang begitu indah. Cocodoma adalah metode menanam tanpa menggunakan pot. Tanah yang jadi medianya dibuat dalam bentuk bulat-bulat, lalu diberi lapisan lumut sebagai penguat.

Kemudian di bagian dalam ada bola-bola kaca yang dipenuhi oleh aroma wangi dan menggantung di langit-langit ruang. Selain itu terdapat tungku kuno yang dulu dipakai untuk menyuling minyak atsiri dan aneka koleksi menarik lainnya.

Selain itu terdapat pula ruang khusus bernama Isha Hening Interactive Room. Di sini, pengunjung akan diajak belajar untuk mengenali beragam tanaman yang dapat dipakai sebagai bahan baku pembuatan minyak atsiri.

Selanjutnya ada Palmasora Sesory Room yang menyimpan koleksi tanaman puluhan tanaman palmarosa yang telah dikeringkan. Ruang ini dilengkapi dengan alat diffuser yang senantiasa mengeluarkan aroma wangi khas palmarosa yang mampu membuat pengunjung merasa santai dan rileks.

Terakhir, keluar dari museum kegiatan wisata bisa dilanjutkan lagi dengan singgah ke restoran dengan berbagai menu pilihan. Khusus untuk minumannya, tentu yang wajib menjadi pilihan adalah artisan tea dan es krim yang menggunakan bahan dari aneka tanaman atsiri. Istimewanya, minuman ini hanya bisa ditemukan di tempat ini saja.

Rumah Atsiri buka setiap hari dari pukul 10:00 hingga 17:00 WIB dengan harga tiket Rp50.000. Nantinya tiket ini bisa dijadikan voucher untuk membeli makanan di resto. Adapun alamat lengkapnya adalah, Jalan Watusambang, Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar dan berjarak sekitar 42 km dari Solo.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Most Popular

Latest Articles