Saturday, November 26, 2022

Musim Hujan Tiba, Warga Serut Karanganyar Gelar Serut Podomoro Festival

Tak akan lama lagi musim hujan segera tiba. Oleh warga Dusun Serut, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, peristiwa alam ini disambut dengan suatu festival bertajuk Serut Podomoro Festival (SPF). Gelaran budaya ini menjadi bagian dari acara adat bersih dusun dan berlangsung selama sepekan penuh dari 23 hingga 30 Oktober 2022.

Atraksi diawali dengan karnaval dan barisan penabuh gong hadir sebagai iringan pertama. Kemudian untuk menghadirkan suasana yang lebih meriah, ditampilkan pula iring-iringan gunungan dari bahan sayur mayur.

Sampai di lokasi akhir karnaval, fragmen dan pertunjukan seni tari dengan mengambil lakon Podomoro menjadi pertunjukan acara pembukaan dan penampilnya adalah para seniman setempat.

Selanjutnya sesepuh dusun yang duduk bersila sambil menghadap gunungan segera memanjatkan doa keselamatan dan kesejahteraan menggunakan bahasa Jawa. Selama pembacaan doa berlangsung, muncul sepasang muda mudi yang menari.

Menurut keterangan dari HarianMerapi, usai acara pembukaan kegiatan diteruskan dengan berbagai macam agenda. Mulai dari pentas seni, tari-tarian, musik keroncong, tarik suara, work shop seni, hingga pameran UMKM dan bazar.

Nilai Filsafat

Ketua Panitia SPF Agus Acong menceritakan, fragmen Podomoro merupakan suatu tarian yang punya nilai filsafat tertentu. Sayur lodeh itu selain harganya murah, dapat membuat tubuh jadi sehat sehingga sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan makan manusia.

Akan tetapi sayangnya, banyak manusia yang menghalalkan berbagai cara agar dapat memenuhi nafsu makannya. Misalnya dengan cara merusak alam atau makan secara berlebihan.

Atas dasar kondisi inilah, gelaran fragmen tersebut dipertunjukan saat musim hujan. Tujuannya agar pesan bahwa hujan itu merupakan anugerah dari Tuhan, sehingga bisa diambil manfaatnya sebaik mungkin. Jadi bukan sebaliknya, dirusak dengan tujuan untuk memuaskan nafsu makan saja.

Menjadi Agenda Tahunan

Sementara itu Hendra ST yang merupakan salah satu tokoh dusun Serut menerangkan, SPF adalah pertunjukan budaya yang sifatnya lokalan saja. Namun ternyata atraksi ini mampu menarik pengunjung yang banyak, sehingga dia sangat berharap bisa menjadi agenda tahunan.

Meski demikian Hendra menambahkan, agar keinginan ini dapat terwujud harus ada penambahan materi agar tampak lebih inovatif. Melalui langkah ini, pengunjung yang datang ingin menyaksikan akan semakin bertambah banyak.

Selain itu setelah agenda ini lebih bergema, pasti banyak seniman terkenal yang ikut tertarik tampil dalam SPF. Hendra menunjuk beberapa sosok seperti sesepuh ISI Solo Mugiyono Kasido, para dosen dari ISI, dan seniman UNS sebagai contohnya.

Pada sisi yang lain Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto MM menambahkan, dirinya merasa sangat bangga terhadap gagasan penyelenggaraan SPF. Apalagi ide ini datang dari warga Dusun Serut sendiri. Dia berpendapat atraksi ini sangat luar biasa, bahkan bisa menjadi salah satu penggerak perekonomian karena banyak UMKM yang ikut terlibat dalam acara tersebut.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Most Popular

Latest Articles