Monday, September 26, 2022

Menerima Diri Sendiri Penting, Memperbaiki Diri Juga Penting

Temuan dari online polling yang dilakukan femina.co.id dan diikuti 149 responden pada bulan September 2021 menghasilkan temuan yang menarik. Mayoritas responden (80%) mengaku tidak nyaman dengan masalah-masalah pada wajah dan tubuh mereka tapi ketika ditanya apakah mereka bisa menerima diri mereka apa adanya, lebih dari setengah responden (52%) menyatakan bisa menerimanya. Namun pada pertanyaan lain, sebanyak 58% responden ingin terus berusaha memperbaiki segala kekurangan yang ada.

Masalah Klasik Ketidaksempurnaan
Secara fisik, 62% responden mengaku merasa insecure dengan tubuh mereka. Sementara 38% kurang percaya diri dengan wajah mereka. May Apa yang menyebabkan mereka tidak percaya diri? Jawabannya klasik. Sebanyak 32% responden merasa gemuk pada beberapa bagian tubuh mereka. Sebanyak 23% punya masalah kulit , dan ada 17% yang tidak puas dengan bagian tubuh ‘khas perempuan’ seperti dada dan pinggang.

Bagaimana dengan wajah? Hanya 38% mengaku tidak puas dengan wajah dan rambut. Mayoritas karena persoalan kulit seperti jerawat, pigmentasi dan sebagainya (29%), disusul persoalan pipi tembam dan double chin (22%), dan tata gigi 13%.

Ingin Memperbaiki Diri
Seperti di awal tulisan ini, keluhan ketidakpuasan pada bagian-bagian tubuh atau kondisi tertentu ini, ternyata tidak berbanding lurus dengan kenyamanan seutuhnya pada diri mereka sendiri. Ada sebanyak 56% lebih besar dari responden yang tidak merasa nyaman pada keadaan dirinya pada saat sekarang yaitu sebanyak 44%.

Namun demikian kenyamanan hanya satu faktor dalam mencintai diri sendiri. Namun yang tergambar disini justru fakta yang menarik. Ada sebanyak 34% responden mencintai dan menerima diri apa adanya sedangkan mayoritas sebanyak 58% tetap berusaha untuk mengubah penampilan mereka lebih baik.

Ini bukan hal buruk, tapi justru pemikiran yang baik. Yang akan merasakan kenyamanan dan penerimaan diri sendiri itu adalah diri kita sendiri dan segala usaha untuk mencapai hal tersebut adalah sah adanya. Teknologi sudah maju, alternatif tidak hanya satu. Kalau kekurangan bisa diperbaiki, kenapa tidak.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Most Popular

Latest Articles