Monday, September 26, 2022

Melalui Gora Monggang, Budaya Jawa dan PUI Javanologi UNS Diharapkan Semakin Menggema

Tak seperti hari-hari biasa, pada Kamis malam, 23 Juni 2022 kemarin pendopo Pusat Javanologi (PUI) Universitas Sebelas Maret (UNS) tampak lebih ramai dan semarak. Sangat wajar karena pada malam itu berlangsung pentas budaya yang sangat istimewa bertajuk ‘Gora Monggang’.  

Hiburan yang padat oleh penonton dari masyarakat umum dan kalangan akademisi ini berupa konser orkestra gamelan. Menurut informasi dari Kompas, penyajinya berasal dari Dedek Gamelan Orchestra bersama puluhan mahasiswa UNS. 

Suasana yang begitu megah dan penuh gegap gempita terdengar dari alunan gending Jawa yang terhidang di atas panggung. Paduan antara tabuhan gamelan dan instrumen musik barat seperti bass, drum, saksofo, hingga terompet menjadikan gelaran seni ini terasa lebih mengena di telinga.  

Kendati alunan gendingnya terasa lambat, tetap muncul nuansa progresif, rancak, dan menghentak pada pertunjukan tersebut. Keindahan dan keunikan inilah yang membuat hampir semua pononton betah di kursi tempat duduk mereka hingga gelaran usai.   

Menggemakan Budaya Indonesia dan Jawa 

Kepala Pusat Unggulan Iptek Javanologi UNS Sahid Teguh Widodo berterus terang, keindahan gamelan beserta instrumen musik Barat yang hadir dalam gelaran tersebut benar-benar selaras dengan tema yang diusung.  

Menurut bahasa Jawa, Gora mempunyai arti menggelagar kokoh hingga ke angkasa. Sedangkan Monggang bermakna gamelan. Melalui tema tersebut, diharapkan tabuhan musik gamelan dapat terdengar keras hingga seluruh penjuru dunia. Selain itu melalui gamelan, peradaban Indonesia khususnya Jawa bisa semakin menggema. 

Gamelan yang digunakan untuk menggelar atraksi seni tersebut merupakan hibah atau hadiah dari Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNS). Tujuan utama pemberian ini adalah sebagai bentuk dukungan IKS atas cita-cita UNS yang ingin hadir sebagai universitas skala dunia. 

Rencana ke Depan 

Dengan adanya hibah ini pula, Sahid berniat membuka berbagai kursus atau sekolah singkat namun bertaraf internasional. Di antaranya adalah kursus karawitan, tari, dan pambiwara. Bahkan jika rencana ini berjalan lancar, kursus tersebut sudah bisa mulai dibuka pada Juli 2022 mendatang meski hanya diawali dengan sistem daring.  

Selain itu Sahid masih punya keinginan lain mengadakan festival karawitan yang juga berskala internasional. Bahkan rencana ini sudah mulai matang dan jumlah pesertanya mencapai 34 negara. Teguh mengaku, pihaknya sudah melakukan koordinasi bersama kedutaan besar dari negara-negara peserta. 

Sementara itu Wakil Ketua IKA UNS Bambang Dwi Wahyudi ikut berharap, bantuan gamelan tersebut bisa punya manfaat tinggi kepada upaya pengembangan Javanologi UNS. Pihaknya sangat meyakini, lembaga akademik tersebut dapat lebih terkenal dan kondang melalui berbagai atraksi seni dan budaya.  

Bambang juga menegaskan, Solo merupakan kota yang menjadi pusat budaya dunia. Karena itu dia sangat percaya Javanologi UNS tidak hanya dapat menjadi kebanggaan masyarakat Solo dan Indonesia saja, namun juga dunia. 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Most Popular

Latest Articles