Wednesday, September 28, 2022

Kondisi Seperti Apa yang Membutuhkan Fisioterapi?

Fisioterapi adalah prosedur untuk memeriksa, menangani, dan mengevaluasi pasien yang mengalami keterbatasan pada gerak dan fungsi tubuh. Fisioterapi dapat dilakukan untuk mencegah cacat fisik dan mengurangi risiko terjadinya cedera atau gangguan gerakan.

 

Apa itu Fisioterapi?

Berdasarkan Kepmenkes N0.778 Tahun 2008 Tentang Pedoman Pelayanan Fisioterapi di Sarana Kesehatan, Fisioterapi adalah suatu pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk individu dan atau kelompok dalam upaya mengembangkan, memelihara, dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan.

Sederhananya, fisioterapi adalah pelayanan (treatment) yang berfokus pada gerak dan fungsi tubuh, dan orang yang melakukan treatment disebut fisioterapis. Fisioterapi bisa dilakukan pada pasien dari semua rentang usia dengan berbagai macam tujuan.

 

Kondisi seperti apa yang membutuhkan fisioterapi?

  • Keluhan otot dan tulang (Fisioterapi Muskuloskletal) : Kondisi yang diakibatkan oleh gangguan pada otot, tulang, dan sendi. Contohnya nyeri otot, keseleo, radang sendi, radang tendon, pasca operasi patah tulang, pasca operasi pergantian sendi, dan lain-lain.
  • Keluhan saraf dan otot (Fisioterapi Neuromuskular) : Beberapa kondisi terkait sistem saraf. Contohnya stroke, kelemahan otot, kelumpuhan, kram/kesemutan, HNP (hernia nucleus pulposus), spondilosis, spondylolisthesis, dan lain-lain.
  • Gangguan pada anak (Fisioterapi Pediatrik) : Beberapa kondisi keterlambatan tumbuh kembang, cerebral palsy, down syndrome, ADHD, erb dan klumpke’s palsy, dan lain-lain.
  • Cedera olahraga (Fisioterapi Sport) : Cedera ligament (ACL,PCL,MCM,LCL), cedera meniscus, pasca operasi ligament, persiapan pertandingan, dan lain-lain.
  • Gangguan pada jantung dan paru-paru (Fisioterapi Kardiopulmonal) : Gangguan pembersihan jalan napas, PPOK (penyakit paru obstruktif kronis), asma, bronchitis, sinusitis, dan lain-lain.

 

Seperti apa pelayanan fisioterapi?

Hampir sama dengan pelayanan kesehatan lainnya, sebelum dilakukan tindakan fisioterapi, akan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Selanjutnya akan ditentukan treatment yang akan diberikan sesuai dengan permasalahan dan tujuan yang ingin dicapai.

Treatment yang dapat diberikan oleh fisioterapis berupa, terapi manual, terapi latihan, alat/modalitas, dan edukasi. Jadi, jika ingin mencegah atau mengalami keluhan terkait gerak dan fungsi tubuh dapat berkonsultasi dengan fisioterapis.

Fisioterapi juga bisa dilakukan dengan fleksibel, dalam artian pasien bisa melakukan fisioterapi dimana saja sesuai dengan kemampuannya, apakah di rumah (home care) atau di rumah sakit maupun klinik.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Most Popular

Latest Articles