Monday, May 27, 2024
[the_ad_group id="193"]

Jangan Anggap Sepele, Inilah Gejala Sesak Napas Yang Harus Diwaspadai

Sesak napas merupakan masalah kesehatan yang biasanya muncul dengan tanda rasa tidak nyaman bernapas. Serangan ini dapat muncul kapan saja dan kerap mengganggu aktivitas. Selain itu meski terlihat ringan dan banyak yang pernah mengalami, jangan menyepelekan penyakit ini. Apalagi jika disertai beberapa gejala khusus, harus lebih waspada dan hati-hati.

Gejala Sesak Napas Yang Harus Diwaspadai

Menurut informasi dari Halodoc.com, gejala umum yang dialami oleh penderita sesak napas antara lain adalah napas dangkal atau cepat, sulit mengatur napas, dan muncul rasa sesak di dada. Tanda ini memunculkan dorongan untuk memakai bahu dan otot dada bagian atas agar napas jadi lancar.

Gejala berikutnya berupa mengi, nyeri dada, batuk, dan kulit terlihat pucat kebiruan khususnya di area sekitar mulut, kemudian muncul rasa panik atau cemas. Fenomena ini makin terasa saat ada kegiatan fisik seperti naik tangga, berjalan di tanjakan tinggi, berlari, dan sebagainya.

Jika kondisi semakin parah, semua gejala tersebut bisa muncul meski sedang istirahat. Hanya saja seiring dengan perjalanan waktu, ada kalanya gangguan ini hilang. Namun tidak sedikit pula yang justru jadi lebih berat. Dalam kondisi tersebut, muncul gejala lain berupa batuk dan deman yang merupakan gejala radang paru-paru.

Gatal dan ruam kulit menjadi tanda berikutnya, kemudian disertai dengan mengi atau asma. Setelah itu dada makin bertambah nyeri, penglihatan kabur dan pusing. Bahkan ada yang disertai gangguan jantung, terutama ketika melakukan perjalanan jauh.

Langkah Penting Yang Harus Dilakukan

Apabila semua gejala di atas makin acap terjadi atau berlangsung secara tiba-tiba dan kemampuan tubuh berkurang dratis, segera minta pertolongan pada orang lain untuk ke rumah sakit. Ada kemungkinan ini merupakan tanda adanya serangan penyakit lain yaitu jantung dan emboli paru atau penyumbatan pembuluh darah di organ paru.

Bantuan medis harus didapat secepatnya, khususnya bagi penderita yang mempunyai riwayat asma kronis, pneumonia, dan gangguan pernapasan lainnya. Setelah sampai di rumah sakit, biasanya langsung dimasukkan dalam ruang Unit Gawat Darurat (UGD) karena gejalanya dianggap sudah sangat serius.

Pada umumnya pula dokter dan paramedis akan memberi terapi oksigen atau oksigen ekstra. Tujuannya agar paru-paru bisa mendapat asupan oksigen yang mencukupi dan aliran darah dapat kembali normal.

Selanjutnya ada pemeriksaan untuk mengetahui latar belakang penderita mengalami sesak napas melalui pertanyaan, riwayat kesehatan, dan gejala yang dirasakan. Selain itu tak jarang diikuti dengan tes pencitraan, misalnya melalui sinar X atau ultrasound, sehingga bisa memperoleh penanganan yang lebih tepat.

Demikian penjelasan tentang gejala atau tanda sesak napas yang harus diwaspadai dan perlu segera dibawa ke rumah sakit. Kemudian untuk berjaga-jaga agar risiko tersebut bisa diminalkan, lakukan cek up secara rutin. Apalagi jika pernah mengalami penyakit sesak napas atau memiliki gangguan kesehatan di organ paru-paru dan jantung.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -[the_ad_group id="192"]
[the_ad_group id="192"]

Most Popular

Latest Articles