Monday, September 26, 2022

Ismail Marzuki, Musisi Legendaris yang Bergelar Pahlawan Nasional

Ismail Marzuki merupakan seorang komponis terkenal Indonesia dan sangat produktif menciptakan karya lagu dan musik di era perjuangan. Karena memiliki jasa besar bagi bangsa Indonesia, beliau mendapat gelar sebagai pahlawan nasional pada 5 November 2004 melalui Keputusan Presiden (Kepres) No. 089/TK/2004.

Selain itu Ismail Marzuki juga punya peran yang tak kalah tinggi bagi perkembangan seni musik Indonesia. Atas dasar inilah namanya diabadikan dalam suatu pusat seni, Taman Ismail Marzuki (TIM) di daerah Cikini, Jakarta Pusat.

Masa Kanak-Kanak Ismail Marzuki

Ismail Marzuki lahir pada 11 Mei 1914 di Senen, Jakarta yang saat itu masih bernama Batavia dan Indonesia menggunakan sebutan Hindia Belanda. Menurut informasi dari Wikipedia.id, nama aslinya hanya Ismail saja dan Marzuki merupakan nama ayahnya. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya dia sering dipanggil lengkap Ismail Marzuki.

Di masa kanak-kanaknya Ismail sudah menunjukan bakat dan ketertarikannya dalam bidang seni musik. Lalu menginjak masa remaja, dia senang tampil dengan gaya necis. Namun pada sisi lain juga sangat dikenal sebagai sosok yang sopan, cerdik dan mahir berbahasa Belanda.

Awal Masuk ke Dunia Musik

Menginjak usia 17 tahun, Ismail Marzuki mulai serius menekuni dunia musik bahkan berhasil menciptakan satu lagu berjudul ‘O Sarinah’ pada 1931. Setelah itu pada 1936 dia bergabung dalam grup musik Lief Java dan menjadi pemain saxopnone, gitar, dan harmonium pompa.

Masuk usia 26 tahun atau tepatnya pada 1940 Ismail Marzuki menikahi kekasihnya Eulis Zuraliah. Wanita pujaan hatinya ini merupakan seorang penyanyi dari Bandung dan pernah berada dalam sebuah grup musik yang sama.

Pada pertengahan tahun 1942, Jepang berhasil mengalahkan Belanda dan menguasai Indonesia. Pada masa tersebut, Ismail Marzuki ikut bergabung di orkesta radio Hozo Kanri Keyku milik tentara Jepang. Kemudian setelah Indonesia merdeka, dia masuk ke Radio Republik Indonesia (RRI).

Pada 1947, RRI dikuasai oleh Belanda dan Ismail Marzuki tidak bersedia bekerjasama dengan penjajah. Dia memutuskan keluar dan masuk kembali saat lembaga penyiaran ini berhasil diambil alih oleh tentara Indonesia. Tidak lama kemudian, Ismail terpilih jadi pimpinan Orkes Studio Jakarta.

Ketika Indonesia menggelar pemilihan umum untuk pertama kalinya, Ismail Marzuki mendapat kepercayaan menciptakan lagu Pemilu. Lagu ini ditampilkan pertama kali saat pesta demokrasi terrsebut berlangsung pada tahun 1955.

Sebelumnya, Ismail Marzuki telah menghasilkan karya lain berupa lagu-lagu dalam jumlah yang banyak. Beberapa yang jadi legendaris dan hingga saat ini masih sering dimainkan oleh musisi lain yaitu Juwita Malam, Fatwa Pujangga, Sabda Alam, Rindu Lukisan, dan sebagainya.

Bukan itu saja, Ismail Marszuki juga sering menciptakan lagu dengan latar belakang perjuangan dan rasa cinta tanah air. Seperti Indonesia Pusaka, Gugur Bunga, Rayuan Pulau Kelapa, dan masih banyak lagi. Atas dasar inilah kemudian musisi yang wafat pada 25 Mei 1958 tersebut mendapat bintang kehormatan sebagai pahlawan bangsa.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Most Popular

Latest Articles