Saturday, April 13, 2024
[the_ad_group id="193"]

Industri Animasi Indonesia Punya Potensi Besar Tembus Pasar Internasional

Industri animasi di Indonesia menunjukan pertumbuhan yang sangat menggembirakan. Hal ini terlihat dari banyaknya animator tanah air yang berhasil masuk dalam kancah internasional. Mereka sering terlibat dalam proyek pembuatan karakter video musik, bahkan tak sedikit yang hadir sebagai art director untuk proyek band musik papan atas dunia.

Menurut data yang dipublikasikan oleh Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAK) pada tahun 2020 lalu ada sekitar 120 studio animasi di Indonesia. Dalam kurun waktu antara 2015 – 2019, pertumbuhannya mencapai 153% atau 26% per tahun. Atas dasar inilah diprediksikan industri film, animasi, video (FAV) akan berkembang lebih pesat di tahun-tahun mendatang.

Sementara itu di masa sekarang, pertumbuhan animasi di Indonesia didominasi oleh animasi 3D. Selama ini banyak karakter atau tokoh animasi lokal yang sering muncul di berbagai TV dan platform. Misalnya tokoh animasi populer di kalangan anak-anak Adit & Sopo Jarwo dan Nussa yang merupakan serial animasi bikinan Indonesia.

Menariknya lagi pertumbuhan industri ini tak hanya diputar melalui stasiun TV saja. Selain itu banyak yang dibuat dalam bentuk interaksi virtual seperti Virtual Youtuber (VTuber) yang ditayangkan di kanal Youtube atau Twitch.

Teknologi Virtual

Pencapaian tersebut dipengaruhi oleh kemajuan teknologi virtual yang membuat para kreator jadi makin mudah memproduksi konten berkualitas dengan dana lebih murah. Bukan itu saja, pertumbuhan ini juga tak lepas dari kegemaran masyarakat yang suka dengan konten video pendek yang sangat mudah dijumlah di Youtube Short, TikTok, hingga Instagram Reels.

Satu hal lagi yang lebih menggembirakan, industri animasi lokal Indonesia tak hanya mampu meraih dalam negeri saja namun juga luar negeri. Buktinya antara lain banyak pesanan produk animasi yang datang dari mancanegara terutama dari Amerika Utara, Eropa, Asia Timur, dan Timur Tengah.

Industri Film

Selain animasi, industri terkait berikutnya yaitu film Indonesia juga bisa turut eksis di luar negeri. Dalam hal ini, peran dari para distributor film tidak boleh dikesampingkan karena mereka inilah yang selalu aktif mengenalkan dan memasarkan film-film hasil produksi Indonesia ke mancanegara.

Para distributor ini punya peran sebagai penghubung antara rumah produksi, pembuat film, dan perusahaan penayangan film baik melalui bioskop maupun streaming. Agar film buatan Indonesia bisa dikenal secara luas di tingkat dunia, maka diperlukan pula distributor film yang punya hubungan jaringan kuat dengan dunia luar.

Bukan itu hanya memasarkan saja, distributor masih punya sejumlah tugas lain seperti menentukan tanggal penayangan, platform penayangan dan sebagainya. Bahkan yang lebih penting lagi yaitu menetapkan teknik pemasaran agar bisa meraih pangsa secara luas.

Melalui jaringan kerja yang mereka miliki, para distributor film ini bisa memasarkan film Indonesia secara langsung tanpa harus melalui perantara. Kendati demikian jika jaringannya kurang kuat, pemasaran film tetap bisa dilakukan melalui pameran teater atau sub-distributor yang lain.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -[the_ad_group id="192"]
[the_ad_group id="192"]

Most Popular

Latest Articles