Saturday, November 26, 2022

Belum Berakhir, Solo Great Sale 2022 Telah Lampaui Target Transaksi

Kendati belum usai, gelaran Solo Great Sale (SGS) 2022 telah berhasil membukukan transaksi dengan nilai sekitar Rp2,3 triliun sampai Jumat 21 Oktober 2022 kemarin. Padahal sebelumnya panitia memasang target sebanyak Rp2 triliun. Dengan adanya selisih ini, maka dipastikan bahwa transaksi tersebut sudah melampaui target.

Kunjungan dari luar kota Solo menjadi faktor penggerak utama yang membuat angka transaksi bisa melebihi target. Walikota Surakarta Rakabumingraka mengungkapkan hal ini setelah mendapat laporan dari panitia penyelenggara SGS 2022 di rumah dinas Loji Gandrung.

Menurut keterangan dari Solopos, panitia juga melaporkan sampai saat ini masih ada sisa waktu untuk meningkatkan nilai transaksi. Sedangkan menurut Gibran, capaian tersebut merupakan tanda bahwa pertumbuhkan ekonomi di Solo telah menunjukan tanda-tanda positif setelah pandemi covid-19.

Terlampauinya target ini tentu membuat semua stakeholder merasa senang. Demikian pula dengan para pengelola restoran dan hotel karena kunjungan dan okupasinya ikut mengalami peningkatan.

Gibran memaparkan pula, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta akan terus menggelar berbagai event sehingga nilai transaksi SGS 2022 bisa terus bertambah. Bahkan ada kemungkinan dapat mencapai angka Rp2,5 triliun. Untuk penutupannya, akan digelar undian hadiah pada 30 Oktober 2022 dan saat ini panita masih melakukan persiapan.

Penyumbang Terbesar Transaksi

Sementara itu Gareng S Haryanto selaku Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Surakarta memperkirakan putaran uang akan semakin bertambah selama sisa SGS 2022 berlangsung.

Gareng menjelaskan, sektor perbankan dan otomotif berperan sebagai penyumbang terbesar nilai transaksi. Setelah itu disusul sektor lain seperti hotel hingga transportasi. Sumbangan tidak kalah besar datang dari sektor manufaktur dan produk-produk yang memiliki orientasi ekspor. Semua berjalan dengan sangat luar biasa.

Dua Sasaran Utama

Sebelumnya, Ketua Panitia SGS 2022 M Farid Sunarto menceritakan ada dua sasaran utama dalam gelaran kegiatan ekonomi tersebut, yakni edukasi dan peningkatan atas penggunaan aplikasi SGS Go.

Farid menerangkan pihaknya makin fokus terhadap perbaikan aplikasi tersebut sambil mengadakan edukasi pada masyarakat agar SGS Go bisa menjadi market place. Selain itu juga akan lebih serius mengajak siapa saja yang belanja agar semakin banyak yang mengunduh dan mengaktifkan aplikasi ini.

Pada sisi lain para pelaku usaha di sektor pasar tradisional dan UMKM juga didorong akan dapat memberi konstribusi yang lebih besar. Farid mengakui, keduanya dinilai belum mengalami peningkatan signifikan dan masih stagnan.

Untuk itu, pihaknya telah mengadakan rapat bersama lurah-lurah pasar tradisional dan Dinas Perdagangan Kota Surakarta. Melalui koordinasi ini diharapkan semua potensi dapat dioptimalkan dan segera mampu memunculkan kenaikan.

Selama ini penyelenggaraan SGS 2022 mendapat dukungan besar dari Bank Indonesia (BI). Lembaga ini memberi dorongan digitalisasi terutama kepada sistem pembayaran nontunai melalui aplikasi QRIS. Selain itu terjalin kerjasama lain dengan media massa untuk membantu mensosialisasikan penggunaan QRIS.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Most Popular

Latest Articles